Pneumonia pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan

December 2019 Comment 3K Report

Pneumonia pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Pneumonia adalah penyakit yang menyerang organ pernapasan yakni paru-paru.

Beragam jenis penyakit mengintai buah hati Anda setiap harinya. Salah satu dari jenis penyakit tersebut adalah pneumonia. Penyakit pneumonia pada anak tentu tidak bisa dianggap sepele karena menurut data WHO tahun 2017, 17 persen dari total kematian balita di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit ini. Lantas, apa itu pneumonia dan bagaimana cara mengobatinya?

Apa Itu Pneumonia?

Pneumonia adalah penyakit yang menyerang organ pernapasan yakni paru-paru.

Dalam istilah awam, pneumonia lebih dikenal dengan nama penyakit paru-paru basah. Penyakit ini terjadi ketika paru-paru mengalami infeksi—bisa karena virus, bakteri, jamur—yang lantas berujung pada peradangan (inflamasi) di salah satu atau kedua paru-paru.

Akibat peradangan tersebut, paru-paru—tepatnya kantong udara pada ujung saluran pernapasan (alveoli)—akan diisi oleh semacam cairan atau bisa juga nanah. Kondisi ini lantas berdampak pada sejumlah gejala yang jika tidak segera ditangani, dapat menimbulkan komplikasi serius yang bisa mengancam jiwa.

Penyebab Pneumonia pada Anak

Lalu, bagaimana dengan pneumonia pada anak? Apa yang menyebabkan seorang anak mengalami pneumonia?

Jika pneumonia pada orang dewasa lebih umum disebabkan oleh infeksi bakteri, maka pneumonia pada anak biasanya dipicu oleh infeksi virus (kendati bisa juga disebabkan oleh bakteri). Beberapa jenis virus yang diduga menjadi penyebab pneumonia pada anak adalah:

  • Adenovirus
  • Rhinovirus
  • Virus influenza
  • Virus parainfluenza
  • Respiratory syncytial virus (RSV)

Sementara jenis bakteri yang menyebabkan anak menderita pneumonia atau penyakit paru-paru basah adalah sebagai berikut:

  • Streptococcus pneumoniae
  • Streptococcus grup B
  • Staphylococcus aureus
  • Mycoplasma pneumonia

Masih belum optimalnya fungsi sistem kekebalan tubuh (imunitas) pada anak—khususnya balita—diduga kuat menjadi faktor utama mengapa penyakit ini rentan dialami oleh mereka.

Faktor Risiko Pneumonia pada Anak

Selain itu, sejumlah faktor risiko juga dianggap menjadi penyebab terjadinya pneumonia pada anak, yaitu:

  • Malanutrisi
  • Kurangnya asupan ASI
  • Penyakit campak
  • Kelahiran prematur
  • Masalah sistem pernapasan (asma, fibrosis sistik)
  • Paparan asap rokok
  • Lingkungan tempat tinggal yang tidak higienis
  • Tidak imunsasi
  • Positif mengidap HIV
Ciri dan Gejala Pneumonia pada Anak

Pneumonia pada anak ditandai oleh sejumlah ciri atau gejala khas yang cukup mudah untuk dikenali.

Berikut ini adalah ciri ciri pneumonia pada anak yang perlu Anda ketahui dan waspadai:

  • Batuk berdahak
  • Sesak napas
  • Napas pendek
  • Hidung tersumbat
  • Nyeri di area dada
  • Muntah-muntah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Hilang nafsu makan
  • Tubuh kelelahan
  • Demam

Pada kasus pneumonia yang sudah cukup parah, gejala lainnya yang mungkin ditimbulkan adalah perubahan warna pada bibir dan kuku menjadi tampak keabuan.

Segera bawa si kecil ke dokter apabila ia mengalami ciri-ciri pneumonia di atas guna mendapat penanganan medis lebih lanjut. Penanganan sedini mungkin HARUS dilakukan agar kondisi tidak bertambah buruk dan bisa mengancam keselamatan jiwanya.

Diagnosis Pneumonia pada Anak

Setelah dibawa ke rumah sakit, dokter perlu melakukan serangkaian prosedur pemeriksaan sebagai diagnosis terhadap penyakit pneumonia pada anak ini.

Berikut ini adalah tahapan diagnosis pneumonia pada anak yang umum dilakukan.

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan terlebih dahulu mengajukan sejumlah pertanyaan terkait dengan keluhan yang dialami oleh pasien.

Beberapa pertanyaan yang umum ditanyakan antara lain:

  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apa saja yang dirasakan?
  • Apakah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya?
  • Apa saja yang dilakukan sehari-hari?
  • Apakah sedang mengalami penyakit lainnya?
  • Bagaimana kondisi lingkungan tempat tinggal?
2. Pemeriksaan Fisik

Setelah itu, dokter akan melanjutkan diagnosis ke tahap pemeriksaan fisik yang meliputi:

  • Pemeriksaan tinggi dan berat badan
  • Pemeriksaan tekanan darah

Kemudian, dokter mungkin juga akan menekan-nekan dada pasien untuk mendeteksi apakah ada abnormalitas yang mengindikasikan pneumonia.

3. Pemeriksaan Penunjang

Guna memastikan hasil diagnosis pneumonia pada anak, dokter juga akan melakukan sejumlah prosedur pemeriksaan penunjang,

Beberapa contoh pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Tes darah, adalah tes yang dilakukan untuk mengukur volume darah. Pasalnya, tingkat volume darah bisa menjadi pertanda ada atau tidaknya infeksi di dalam tubuh
  • Tes kultur sputum, adalah prosedur pemeriksaan pada lendir mukus (sputum) untuk melihat apakah ada kandungan bakteri atau virus di dalamnya
  • Tes kultur cairan, adalah tes yang dilakukan dengan cara mengambil sampel cairan yang ada di antara paru-paru dan dinding dada, untuk kemudian diteliti di laboratorium
  • Pulse oximetry, adalah prosedur pemeriksaan menggunakan alat khusus yang tujuannya adalah untuk mengukur kada oksigen di dalam darah
  • Bronkoskopi, adalah prosedur untuk memeriksa kondisi saluran udara pada paru-paru
  • X-Ray, adalah metode pemeriksaan yang menggunakan teknologi pencitraan untuk mendapat gambaran dalam dari paru-paru dan saluran pernapasan
  • CT Scan, sama seperti X-ray, CT scan akan memberikan citra bagian dalam dada. Akan tetapi, prosedur ini terbilang jarang dilakukan
Pengobatan Pneumonia pada Anak

Setelah diagnosis selesai dilakukan dan hasilnya sudah terlihat, dokter akan segera menentukan jenis pengobatan yang tepat untuk pasien.

Umumnya, pneumonia pada anak diobati dengan memberikan resep obat-obatan berikut ini:

  • Obat antibiotik
  • Obat acetaminophen (untuk mengatasi demam)
  • Obat batuk
  • Pemasangan alat humidifier pada ruangan
  • Istirahat yang cukup

Sementara pada anak penderita pneumonia yang harus menjalani rawat inap, pengobatan yang mungkin akan dilakukan adalah:

  • Antibiotik infus (IV)
  • Terapi oksigen
  • Terapi pernapasan
Pencegahan Pneumonia pada Anak

Kendati pneumonia pada anak sangat rentan terjadi, bukan berarti penyakit ini tidak dapat dicegah. Berikut ini adalah cara mencegah pneumonia anak yang perlu Anda ketahui:

  • Pemberian vaksin
  • Menghindari anak dari paparan asap rokok maupun polusi udara lainnya
  • Menjaga lingkungan tempat tinggal tetap higienis
Komplikasi Pneumonia pada Anak

Jika tidak segera ditangani, pneumonia akan menimbulkan komplikasi serius seperti:

  • Gangguan pernapasan kronis
  • Bakteri masuk ke dalam darah
  • Kematian

Itu dia informasi mengenai pneumonia pada anak yang perlu diketahui oleh Anda para orangtua. Semoga bermanfaat!

 

Sumber:

  • Anonim. Pneumonia. https://kidshealth.org/en/parents/pneumonia.html (Diakses pada 17 Desember 2019)
  • Anonim. Pneumonia in Children. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=pneumonia-in-children-90-P02958 (Diakses pada 17 Desember 2019)
  • Anonim. 2019. Pneumonia. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/pneumonia (Diakses pada 17 Desember 2019)
  • Anonim. Pneumonia in Children: Treatment and Prevention. https://www.blf.org.uk/support-for-you/pneumonia-in-children/treatment#prevent (Diakses pada 17 Desember 2019)
  • Artikel Terkait

    Life Enjoy

    Sumber informasi terpercaya untuk topik kesehatan, penyakit, obat, herbal, prosedur medis, kehamilan, diet, nutrisi, dan panduan gaya hidup sehat.


    Disclaimer - Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

    Get in touch

    © Copyright 2021 HIDOKTER.TIPS - All rights reserved.