Penyebab Diabetes Lebih Sering Ditemukan di Perkotaan

December 2019 Comment 4K Report

Penyebab Diabetes Lebih Sering Ditemukan di Perkotaan

Tak hanya karena jumlah warga di kota lebih banyak dari warga di desa sehingga membuat kasus diabetes cenderung lebih tinggi, ada faktor lain yang membuat warga perkotaan lebih rentan terkena penyakit mematikan ini.

Photo Source: Flickr/martin_alexius

Jika dicermati, warga yang tinggal di kawasan perkotaaan ternyata memiliki risiko lebih besar terkena diabetes dibandingkan dengan warga yang tinggal di pedesaan. Sebenarnya, apa sih penyebab dari peningkatan risiko ini?

Faktor Penyebab Warga Kota Lebih Rentan Diabetes

Tak hanya karena jumlah warga di kota lebih banyak dari warga di desa sehingga membuat kasus diabetes cenderung lebih tinggi, ada faktor lain yang membuat warga perkotaan lebih rentan terkena penyakit mematikan ini.

Berikut adalah berbagai faktor tersebut.

  • Dipengaruhi oleh Pola Makan yang Buruk
  • Faktor utama mengapa seseorang bisa mengalami peningkatan risiko diabetes adalah pola makan yang buruk. Sebagai contoh, jika kita sering mengonsumsi makanan berlemak atau tinggi kandungan gula dalam jangka panjang, maka risiko untuk terkena penyakit ini akan meningkat.

    Masalahnya adalah perkembangan teknologi membuat kita cenderung lebih mudah tertarik untuk mengonsumsi makanan dan minuman tidak sehat tersebut. Sebagai contoh, kita membaca informasi terkait dengan makanan dan minuman tertentu yang sangat menarik namun tidak sehat. Tak hanya ingin segera mencicipinya, kita juga bisa tinggal memesannya lewat ponsel sehingga memudahkan kita untuk sering mengonsumsinya.

    Ditambah dengan kesibukan yang membuat kita jarang memasak sendiri, kebiasaan memesan atau membeli makanan juga membuat kita tidak bisa menerapkan pola makan yang sehat setiap hari. Hal inilah yang bisa mempengaruhi risiko diabetes.

  • Kesibukan Bekerja
  • Berbeda dengan pekerjaan di kawasan pedesaan yang banyak membutuhkan aktivitas fisik seperti di dunia pertanian, banyak orang yang bekerja di kawasan perkotaan yang mengharuskan kita duduk dalam waktu yang sangat lama setiap hari. Sebagai contoh, pekerja kantoran bisa saja duduk selama 8 jam setiap hari. Ditambah dengan perjalanan ke tempat kerja, waktu untuk duduk dan tidak banyak bergerak tentu sangat banyak, bukan?

    Kurang gerak tak hanya akan membuat berat badan naik. Dalam realitanya, hal ini juga bisa mempengaruhi sensitivitas insulin dan pengendalian gula darah. Jika kita juga kurang berolahraga, maka akan membuat risiko diabetes akan semakin meningkat.

  • Kurang Gerak
  • Tak hanya karena faktor pekerjaan, banyak orang perkotaan yang malas bergerak. Sebagai contoh, karena jalanan yang macet dan penuh dengan polusi, kita enggan berjalan kaki untuk mencapai tempat tertentu dan memilih untuk memakai kendaraan pribadi. Selain itu, keberadaan transportasi online juga memberikan kita kemudahan untuk mencapai berbagai tempat dengan mudah.

    Tubuh yang lelah akibat pekerjaan juga membuat kita malas berolahraga di akhir pekan. Hal ini akan mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh dengan signifikan.

  • Jarang Melakukan Pemeriksaan Kesehatan
  • Sebenarnya, hal ini dilakukan oleh hampir semua masyarakat Indonesia, baik itu yang tinggal di desa atau di kota. Kita cenderung baru memeriksakan kesehatan jika sudah sakit. Padahal, pemeriksaan kesehatan secara rutin bisa dijadikan pedoman untuk menerapkan gaya hidup sehat yang bisa membantu mencegah datangnya masalah kesehatan layaknya diabetes.

  • Masih Terbiasa Merokok dan Minum Alkohol
  • Jangan salah, kebiasaan merokok dan minum alkohol ternyata juga bisa mempengaruhi risiko terkena diabetes lho. Hal ini disebabkan oleh kemampuan gaya hidup ini dalam memicu peradangan dan meningkatkan berbagai faktor risiko diabetes. Sebuah penelitian bahkan menyebut perokok aktif cenderung memiliki risiko diabetes 2 kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok!

    Melihat fakta ini, sebaiknya kita lebih cermat dalam menjaga berat badan dan gaya hidup sehat jika memang ingin mencegah datangnya diabetes dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

     

    Sumber:

  • Li, Tsai-Chung. 2019. Impact of Lifestyle-Related Factors on All-Cause and Cause-Specific Mortality in Patients With Type 2 Diabetes. https://care.diabetesjournals.org/content/35/1/105. (Diakses pada 5 Januari 2020).
  • Artikel Terkait

    Life Enjoy

    Sumber informasi terpercaya untuk topik kesehatan, penyakit, obat, herbal, prosedur medis, kehamilan, diet, nutrisi, dan panduan gaya hidup sehat.


    Disclaimer - Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

    Get in touch

    © Copyright 2021 HIDOKTER.TIPS - All rights reserved.