Allogon: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

December 2019 Comment 5K Report

Allogon: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Ketahui selengkapnya tentang Allogon mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya melalui artikel ini!

Allogon obat apa? Allogon adalah obat dengan kandungan asam mefenamat, yang merupakan obat dari golongan analgesik non-opioid. Obat ini digunakan untuk mengatasi nyeri.

Ketahui selengkapnya tentang Allogon mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya melalui artikel ini!

Rangkuman Informasi Obat Allogon
Nama Obat Allogon
Kandungan Obat Asam Mefenamat
Kelas Terapi Obat Analgesik non-opioid
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi nyeri
Kontraindikasi Hipersensitivitas, peradangan usus besar, nyeri akibat operasi bypass jantung
Sediaan Obat Tablet
Cara Kerja dan Kandungan Obat Allogon

Allogon adalah obat dengan kandungan Asam Mefenamat yang merupakan obat analgesik non-opioid. Asam Mefenamat termasuk ke dalam obat antiinflamasi non-steroid, namun sifat antiinflamasinya rendah.

Asam Mefenamat bekerja dengan cara menghalangi efek enzim cyclo-oxygenase (COX). Enzim ini berperan dalam produksi senyawa prostaglandin, senyawa yang menyebabkan rasa sakit pada peradangan.

Manfaat Allogon

Secara umum manfaat obat Allogon adalah untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Berikut adalah beberapa kondisi di mana Allogon digunakan:

  • Sakit kepala
  • Sakit gigi
  • Dismenore primer
  • Nyeri otot
  • Nyeri pasca operasi (namun tidak termasuk operasi bypass jantung)
Dosis Allogon

Allogon hadir dalam sediaan tablet dengan kandungan 500 mg Asam Mefenamat pada setiap tabletnya. Dosis Allogon tablet yang disarankan adalah sebagai berikut ini:

  • Dewasa: 1 tablet, diberikan 3 kali sehari. Penggunaan obat tidak boleh melebihi 7 hari.

Dosis di atas adalah dosis yang disarankan. Dosis dapat berubah menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter maupun apoteker sebelumnya.

Petunjuk Penggunaan Allogon

Penggunaan obat Allogon sebaiknya digunakan sesuai dengan aturannya. Berikut adalah petunjuk penggunaan Allogon:

  • Obat Allogon disarankan untuk dikonsumsi bersama dengan makanan.
  • Konsumsi obat Allogon sesuai dengan dosis yang disarankan.
  • Obat Allogon sebaiknya dikonsumsi di waktu yang sama setiap harinya agar dosis tidak terlewat.
  • Obat langsung ditelan bersamaan dengan air. Jangan membelah, menghancurkan, atau mengunyah obat.
  • Jika tidak sengaja menggunakan obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan dengan dokter.
Petunjuk Penyimpanan Allogon

Simpan obat Allogon tablet sesuai dengan petunjuk penyimpanannya untuk mencegah obat rusak dan efektivitasnya menurun. Berikut adalah petunjuk penyimpanan Allogon yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat Allogon pada suhu di bawah 30°C.
  • Simpan obat Allogon di tempat kering dan tidak lembap, jangan simpan di kamar mandi.
  • Hindari obat Allogon dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat Allogon dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jika obat sudah memasuki masa expired, jangan buang obat sembarangan, diskusikan dengan apoteker tentang petunjuk pembuangan obat ini.
Efek Samping Allogon

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan Allogon. Berikut adalah beberapa efek samping Allogon tablet yang mungkin muncul:

  • Retensi cairan
  • Anemia
  • Hiperkalemia
  • Eosinophilia
  • Leukopenia
  • Trombositopenia
  • Purpura
  • Agranulositosis
  • Kesulitan bernapas
  • Telinga berdering
  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Sembelit
  • Heartburn
  • Gangguan hati
  • Peningkatan enzim ahti
  • Sakit kepala
  • Gugup
  • Kesulitan tidur
  • Kebingungan
  • Depresi
  • Disuria
  • Hematuria
  • Asma
  • Pruritus
  • Hipertensi

Efek samping yang terjadi pada setiap orang mungkin berbeda-beda. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari pasien.

Jika Anda merasakan gejala efek samping serius atau reaksi alergi, segera hentikan penggunaan obat Allogon dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan hentikan penggunaan obat.

Interaksi Obat Allogon

Interaksi obat dapat terjadi ketika Allogon digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan Allogon:

  • Aspirin
  • Warfarin
  • Kortikosteroid
  • SSRI (selective serotonin reuptake inhibitors)
  • Ciclosporin
  • Tacrolimus
  • Agen antihipertensi
  • Furosemide
  • Hydrochlorothiazide
  • Digoxin
  • Lithium
  • Methotrexate

Daftar di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat resep, non-resep, hingga obat herbal.

Penggunaan obat-obatan di atas bersamaan dengan Allogon masih mungkin dilakukan jika memang dibutuhkan. Dokter akan menyesuaikan penggunaan dan dosis untuk menurunkan risiko dari interaksi obat.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, Anda tidak boleh mengonsumsi alkohol di malam yang sama ketika mengonsumsi obat ini.

Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat Allogon untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Allogon

Allogon termasuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Allogon:

  • Jangan gunakan obat ini pada pasien yang hipersensitif terhadap Asam Mefenamat dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini.
  • Penggunaan obat ini menyebabkan pusing, mengantuk, dan gangguan penglihatan. Apabila mengalami reaksi ini, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Penggunaan obat ini jangka panjang tidak diperbolehkan karena dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular seperti gangguan jantung, gumpalan darah, serangan jantung, stroke, atau gagal jantung.
  • Penggunaan Asam Mefenamat selama kehamilan tidak disarankan, terutama pada trimester ketiga. Penggunaan obat ini pada trimester ketiga berpotensi menyebabkan pembuluh darah yang memasok nutrisi dan oksigen ke janin menutup terlalu dini.
  • Asam Mefenamat dapat masuk ke dalam ASI, meskipun dalam jumlah kecil. Diskusikan dengan dokter tentang penggunaan obat ini apabila Anda sedang dalam masa menyusui.
  • Jika Anda berusia lebih dari 65 tahun, potensi efek samping yang terjadi dapat lebih tinggi karena kemampuan tubuh untuk membersihkan obat menjadi lebih lambat.
  • Hindari penggunaan pada anak di bawah usia 14 tahun karena belum diketahui efektivitas dan risikonya.

 

Sumber:

  • Multum, Cerner. 2019. Mefenamic acid. https://www.drugs.com/mtm/mefenamic-acid.html. (Diakses 16 Desember 2019).
  • PIONAS BPOM. ASAM MEFENAMAT. http://pionas.pom.go.id/monografi/asam-mefenamat. (Diakses 16 Desember 2019).
  • University of Illinois-Chicago, Drug Information Group. 2019. Mefenamic Acid, Oral Capsule. https://www.healthline.com/health/mefenamic-acid-oral-capsule. (Diakses 16 Desember 2019).
  • WebMD. Mefenamic Acid. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11586/mefenamic-acid-oral/details. (Diakses 16 Desember 2019).
  • Artikel Terkait

    Life Enjoy

    Sumber informasi terpercaya untuk topik kesehatan, penyakit, obat, herbal, prosedur medis, kehamilan, diet, nutrisi, dan panduan gaya hidup sehat.


    Disclaimer - Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

    Get in touch

    © Copyright 2022 HIDOKTER.TIPS - All rights reserved.